Pengaduan Online

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMKN 1 MENDAWAI, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah

Assalamualaikum Wr. Wb. Maaf pak mengganggu, saya mau konfirmasi mengapa dalam penetapan SK penerima dana BOS Tahap I , periode Juli - Desember 2015 tidak tercantum nama SMKN 1 MENDAWAI Kab. Katingan? Apa masalahnya ? sementara data Dapodikmen nya diakhir Juli 2015 sudah Sinkron. Menurut keterangan operator Dapodik. Mohon penjelasan!.

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Mohammad Toha kota bandung, Kota Bandung, Jawa Barat

Tahun ajaran baru ini diawali dengan harus membeli buku pelajaran sebesar Rp.300rb-an dan toko bukunya sudah diarahkan di palasari???apakah ini kongkalikong yg sistematis???mohon ditindaklanjuti. Dan keharusan menandatangani pernyataan mengikuti les tambahan???sedangkan kepala sekolah baru yg berasal dari SD banjarsari mengatakan tidak ada???? Mohon ditindaklanjuti. Terimakasih. untuk orangtua yg berpenghasilan minim sangat2 memberatkan.

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMPN Satu Atap Terpadu Cilangkap, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

Saya ingin melaporkan ada penyelewengan dana. Diharapkan segera adanya audit

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh Zulkipli, Muara Enim, 082185731255
SD Negeri 19 Muara Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan

Apakah buku LKS untuk siswa tidak ditanggung oleh dana BOS Sekolah...

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh supriadi, Panteraja, 082291246511
SD peulakan, Kab. Pidie Jaya, Aceh

bagai mana bangsa bisa maju jika masih banyak kepala sekolah yg korup, hanya menghambu hambur kan uang negara saja....tlong di tindak lanjuti.....(saya sangat kecewa)

Di Posting Selasa, 11 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 1 K****** B***, Kab. Tanggamus, Lampung

Tolong dicek pengeluaran Dana bos disekolah tersebut. Karna Ada penyalah gunaan yg dilakukan kepsek. Untuk kepentingan pribadi. Terimabkasih

Tim BOS Menjawab:
Senin, 24 Agustus 2015

Telah ditindaklanjuti dengan memanggi kepala sekolah secara langsung. Terimakasih atas informasi yang disampaikan, besar harapan kami untuk informasi bisa disampaikan ke Manager BOS secara langsung.

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN KARANGPAKIS, Kab. Kediri, Jawa Timur

KENAPA SAMPAI BULAN AGUSTUS UNTUK WILAYAH PURWOASRI DANA BOS BELUM CAIR PADAHAL DANA TERSEBUT SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MENUNJANG PROGRAM SEKOLAH?

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
smpn 7 percut sei tuan, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara

kepada yth, Tim manager BOs kami mau bertanya kenapa realisasi BOS untuk periode Juli s.d September 2015 belum terealisasikan kami para guru honor belum ada di bayarkan untuk gaji, mohon sarannya terima kasih

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN LARANGAN 11, Kota Tangerang, Banten

Mohon dilakukan sidak ke SDN Larangan 11, atas penyimpangan dana BOS, dimana sekolah hingga saat ini masih melakukan pemungutan biaya kepada para orang tua siswa untuk pembelian buku tematik selama 1 semester sebesar Rp, 114.000 (3 buku). Bukankah seharusnya Buku paket disediakan gratis (dipinjamkan oleh sekolah kepada siswanya) tapi kenapa masih dibebankan kepada orang tua siswa. Mohon perhatian serius dari pemerintah dan beri sanksi tegas bagi oknum2 yang menyalahgunakan biaya BOS. Demikian, Terima kasih.

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
smu.st.thomas 3 medan, Kota Medan, Sumatera Utara

dari hasil pemantauan kami selama ini diduga ada penyimpangan dana erbos yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah Nama : michael muda ginting.spd,Mm Jabatan : kepala sekolah SMU.ST.THOMAS 3 MEDAN Diduga sebesar Rp.800 jt selama beliau menjabat selama 3 th ini untuk kepentingan pribadi dn melakukan rekayasa data tidak sesuai dengan fakta yang ada. Oleh sebab itu kami mohon pihak yang berwewenang melakukan investigasi dn melanjutkan ke ranah hukum atas penyelewengan dana tersebut. Trimakasih

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Negeri Batan Indah, Kota Tangerang Selatan, Banten

Pada saat upacara bendera pada hari Senin tanggal 10 Agustus 2015, murid yang terlambat diminta naik ke panggung sebagai bentuk hukuman. Seorang guru dengan pengeras suara menyampaikan kata-kata yang tidak mendidik dan cenderung dan dapat tergolong melecehkan dengan kata-kata antara lain sebagai berikut: "... anak-anak kelas 2C ini juga, cewe-cewenya jelek-jelek, mentang-mentang anak orang kaya... " Guru laki-laki yang menyampaikan hal tersebut sepertinya guru olah raga bernama Ahmad (perlu di-cross cek). Hal ini didengar oleh semua orang termasuk orang tua murid yang berada diluar pagar. Sungguh menyedihkan kata-kata yang demikian diucapkan oleh seorang guru. Bukan demikian cara untuk mendidik atau mendisiplinkan anak. Mohon pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti kepada kepala sekolah maupun guru yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih lanjut terhadap pada anak didik di SDN Batan Indah. Salam, Rossupanji Pribadi

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri 2 Jetis, Kab. Mojokerto, Jawa Timur

- Adanya kelas bilingual yang ternyata proses pemilihan siswa berjalan tidak fair, banyak siswa yang seharusnya bisa masuk kelas tersebut tapi dinyatakan tidak masuk dan sebaliknya banyak siswa yang seharusnya tidak masuk tapi dinyatakan masuk. - Proses seleksi sangat tertutup dan tidak transparan. - Proses finalisasi dengan cara bergerilya dengan cara memanggil siswa tertentu (yg dianggap orang tuanya mampu). - Masih adakah "kelas khusus" dalam institusi pendidikan ?

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
sdn jajar tunggal , Kota Surabaya, Jawa Timur

saya ortu salah satu murid di sdn jajar tunggal dimana sekolah tersebut sepertinya kurang di perhatikan masalah bangunan yg banyak yg rusak dan di tambah lagi masalah pengiriman buku kurikulum yg informasinya sudah 2 thn ini selalu tidak ada pengiriman jadi ortu murid di minta unt mencari sendiri terutama buku tematik yg seharusnya sudah di pelajari oleh siswa sd di bulan agustus 2015 ini, akan tetapi sampai pertengahan bulan ini belum ada tanda tanda akan adanya pengiriman dan info dari guru setempat memberikan info kepada ortu siswa unt mencari n beli buku sendiri, apakah betul sdn jajar tunggal tidak di.perhatikan mohon penjelasannya terima kasih

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Tempursari 2, Kab. Malang, Jawa Timur

Dengan hormat, Bersama ini kami sbg orang tua murid ingin menanyakan beberapa hal mengenai iuran/pungutan pd murid senilai rp 350.000 per siswa. Iuran ini diajukan pd Oktober 2014 yll, pd pertemuan orang tua murid, dewan Sekolah dan Ketua Comitee. Iuran dimaksudkan untuk pembelian Meja Lab dan LCD yg menurut kami adalah Asset dan bukan Consumable yg tidak ada kaitan dengan siswa secara specific. Sampai saat ini kami belum melakukan pelunasan atas permintaan pungutan itu. Sementara kami mendengar dr siswa bahwa meja Lab diatas sdh bisa dibeli. Namun sampai saat ini sekolah masih mengingatkan siswa untuk melunasi pembayaran rp. 350.000,- Pertanyaan kami adalah sbb: 1. Apakah pungutan seperti ini dibenarkan pd siswa sd negeri? 2. Jika asset termaksud sdh dibeli mengapa sampai saat ini msh dilakukan penagihan? 3. Bukankah ada program BOS, DAK atau dana APBD yg bisa digunakan untuk pembelian asset. 4. Sbg info, kebanyakan siswa adalah dari kalangan menengah kebawah, a.l putra putri para petani, buruh tani, TKW bahkan kuli bangunan 5. Bagaimana akuntabilitas daripada pungutan semacam ini? Mengapa p[enggunaan dana BOS tidak pernah diumumkan secara terbuka seperti diamanatkan oleh undang2 Demikian pertanyaan kami. Mohon penjelasan. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya Salam hormat, Kuntadi Joseph Sudiro

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 06 Palembang , Kota Palembang, Sumatera Selatan

Apakah dibenarkan sekolah membuat peraturan bahwa pelaksanaan piket pembersihan kelas bagi murid murid kelas 1 SD dilakukan setiap minggu oleh orangtua murid? Apakah sekolah tidak menyediakan petugas kebersihan yang di danai dengan BOS?? Menurut saya Kepsek sangat egois dan arogan dengan membuat aturan seperti itu padahal kami dari orangtua murid sudah membuat solusi dengan membuat kesepakatan diantara orangtua murid membuat iuran dari inisiatif para orangtua murid untuk mempekerjakan petugas kebersihan guna membersihkan ruangan kelas tp ditolak oleh kepsek. Mohon tindak lanjut dari kemdikbud atas permasalahan ini.

 

 

 

Resource links