Pengaduan Online

Di Posting Selasa, 12 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD swasta advent lumban gambiri, Kab. Dairi, Sumatera Utara

Dana bos SD Swasta Advent Lumban Gambiri untuk triwulan II kenapa belum masuk ya? Terima kasih

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Jika sekolah Saudara swasta bisa saja dalam Dapodik, status sekolah adalah menolak dana BOS. maka untuk mendapat dana BOS, sekolah harus mengupdate data menjadi menerima dana BOS disertai dengan surat penyataan dari sekolah bahwa sekolah sebenarnya menerima dana BOS.

Di Posting Selasa, 12 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMPN 2 Lappariaja, Kab. Bone, Sulawesi Selatan

Knp Sulawesi Selatan Blom Cair Dana Bos Triwulan 2, msalahnya dimana, klo sekolah kami Laporan penggunaan dana Triwulan 1 sudah disampaikan ke disdik kab/kota dan secara online juga sdh dilapor. Kasihan sekolah kami sudah ngutang kesana kemari untuk mendanai kegiatan ditriwulan 2. Mhn penjelasannya.

Di Posting Selasa, 12 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Swasta Manda Elu, Kab. Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

SMP Swasta Manda Elu mengalami kekurangan Dana BOS Termin 1 dan Termin 2, jumlah siswa 235 orang, sedangkan jumlah dana yang masuk kerekening hanya Rp. 38.500.000 / Termin. Mohon di verifikasi. Terima Kasih

Di Posting Selasa, 12 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP NEGERI BINAAN KHUSUS, Kota D U M A I, Riau

APAKAH DANA BOS TIDAK BISA DIGUNAKAN UNTUK MEMBAYAR GAJI GURU HONOR DISEKOLAH ?

Di Posting Selasa, 12 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Maja, Kab. Lebak, Banten

Saya mau bertanya? Apakah dana BOS tidak mencukupi untuk membiayai Ujian nasional anak saya? Sehingga saya dan para orang tua siswa lain pun di undang untuk menghadiri rapat orang tua siswa dan pihal sekolah di gedung SMK PGRI MAJA. Dan hasil pada waktu itu menghasilkan "para orang tua siswa wajib membayar iuran ujian nasional sebesar Rp. 875.000.00,-" sebagian orang tua siswa hanya 76% yang setuju dari hasil rapat tersebut dan 24% lagi tidak setuju termasuk saya, para orang tua dari 24% yang tidak setuju dengan adanya biaya ujian nasional sebesar Rp. 875.000.00,- hanya sebagian orang tua murid yang tau bahwa dimana anak saya bersekolah di tingkat SMA/SMK/MA mendapatkan bantuan dana BOS atau BOS dari pemerintah pusat. Sekian banyaknya ± 600 siswa dari tingkat 1 sampai kelas 3, jumlah siswa sebanyak itu saya pun tau dari anak saya yang bersekolah di SMK PGRI MAJA yang beralamat di Jl. Permata kalimaya Desa Curugbadak Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Untuk kegiatan yang sangat penting seperti ujian nasional untuk kegiatan tersebut sayang orang tua siswa harus menanggung semua beban biaya tersebut yang berkisar persiswa Rp. 875.000.00,-. Sedangkan siswa di sekolah SMK PGRI MAJA kurang lebih dari 600 siswa x Rp. .......... X per 3 bulan Rp. ......... Hitung saja sama bapak atau ibu yang ada di pusat, berapa anggaran yang di dapat oleh SMK PGRI MAJA. Sudah hampir 2 tahun berturut turut saya menyekolahkan anak saya di SMK PGRI MAJA, saya mengeluhkan adanya pungutan pada saat mau melaksanakan ujian nasional yang harus membayar anggaran sebesar Rp. 875.000.00,-. Setahu saya siswa kelas 3 untuk kegiatan ujian nasional dibiayai oleh dana BOS. Saya sekalu orang tua siswa keberatan membayar anggaran untuk kegiatan ujian nasional. Dan hampir saja anak saya tidak bisa mengikuti ujian nasional, di karenakan belum melunasi pembayaran ujian nasional di seklah tersebut. Saya merasa sakit hati setelah mendengar ucapan anak saya, yang mendapatkan teguran dari pihak sekolah itu langsung dari pimpinaN sekolah "kalau belum melunasi pembayaran ujian nasional tidak mendapatkan kartu ujian nasional dan tidak bisa ikut ujian". Demi masa depan dan kelancaran anak saya bisa ikut ujiaN nasional saya banting tulang mencari uang yang begitu sulitnya di zaman pemerintahan sekarang ini, uangnya untuk melunasi pembayaran ujian nasinal anak saya. Terus kemanakah Dana BOS mengalirnya yang selama ini didapat oleh pihak sekolah SMK PGRI MAJA? Kalau anak saya wajib membayar untuk kegiatan ujian nasional.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Kota Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan

Sebaiknya pengaduan BOS di hilangkan saja karena cuma sebagian kecil pertanyaan yg di respon dan di tindak lanjuti. Misalnya tentang Juknis Dana BOS. yang mengatakan bahwa paling lambat 7 hr kerja d setiap triwulan kecuali triwulan I dana BOS sudah harus masuk di rekening sekolah masing2. Kenapa di Sulawesi Selatan selalu terlambat sampai di akhir triwulan. Sebaiknya Manajemen BOS Pusat mendegar jeritan sekolah.

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Dalam pencairan dana BOS ada dua tahap. Pertama, penyaluran dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (maks 7 hari kerja) bukan hitungan harian. Kedua, penyaluran dari Kas Umum Daerah ke Sekolah (maks 7 hari kerja). Dalam mencairkan dana di Kas Daerah, Dinas Pendidikan Provinsi harus melalui birokrasi sesuai dengan peraturan daerah masing-masing. Harap untuk memaklumi. Terimakasih.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri dan Swasta, Kab. Cirebon, Jawa Barat

Kalau melihat jadwal pencairan dana BOS, di Cirebon ternyata meleset. Hingga hari ini tidak juga cair. Sebenarnya apa yang terjadi? Bisakah pihak terkait mengintervensi demi kesejahteraan guru-guru honorer dan keberlangsungan pendidikan di sekolah? Kenapa jawabannya hanya "Silahkan tanyakan kepada Tim Manajemen Kab/Kota/Provinsi"? Saya guru honorer, yang belum pernah mendapatkan tunjangan fungsional dan tunjangan lain dan belum sertifikasi.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Santo Thomas 2 Medan, Kota Medan, Sumatera Utara

Saya mau bertanya, apakah sekolah SD Santo Thomas 2 Medan tidak ada menerima dana BOS. Karena saya curiga dana BOS tidak disalurkan padahal sekitar bulan Agustus sekolah memberikan dana BOS sebesar Rp. 50.000,- tetapi hanya sekali itu saja.

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Untuk mendapatkan dana BOS, sekolah saudara harus terdaftar pada Dapodik.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Maja, Kab. Lebak, Banten

SAYA MAU BERTANYA ? Apakah dana BOS tidak cukup untuk membiayai Ujian Nasional Anak saya? Sehingga saya dan para orang tua siswa lainnya pun di undang untuk menghadiri rapat orang tua siswa dan pihak sekolah di gedung SMK PGRI MAJA dan hasil rapat pada waktu itu menghasilkan “para orang tua siswa wajib membayar iuran Ujian Nasional sebesar Rp. 875.000.00,-” sebagian orang tua siswa hanya 76% yang setuju dari hasil rapat tersebut dan 24% lagi tidak setuju termasuk saya, para orang tua dari 24% yang tidak setuju dengan adanya biaya UN sebesar Rp. 875.000.00,- hanya sebagian orang tua murid yang tau bahwa dimana anak saya bersekolah di tingkat SMA/SMK/MA mendapatkan bantuan Dana Operasional Sekolah atau BOS dari pemerintah pusat. Sekian banyaknya ± 600 siswa dari tingkat kelas 1 sampai kelas 3, jumlah siswa sebanyak itu saya pun tahu dari anak saya yang bersekolah di SMK PGRI MAJA yang beralamat di Jl. Permata Kalimaya Desa Curugbadak Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Untuk kegiatan yang sangat penting seperti Ujian Nasional untuk kegiatan tersebut saya orang tua siswa harus menanggung semua beban biaya tersebut yang berkisar per siswa 875.000 ribu rupiah. sedangkan siswa di sekolah SMK PGRI MAJA kurang lebih dari 600 siswa x Rp. ….....….. x per 3 bulan Rp. ……………............................... Hitung saja sama bapak atau ibu yang ada di pusat, berapa anggran yang di dapat oleh SMK PGRI MAJA. Sudah hampir 2 tahun berturut turut saya menyekolahkan anak saya di SMK PGRI MAJA, saya mengeluhkan dengan adanya pungutan pada saat mau melaksanakan Ujian Nasional yang harus membayar anggaran sebesar Rp. 875.000,-. Setahu saya siswa kelas 3 untuk kegiatan Ujian Nasional dibiayai oleh dana BOS. Saya selaku orang tua siswa keberatan membayar anggaran untuk kegiatan Ujian Nasional. Dan hampir saja anak saya tidak bisa mengikuti ujian nasional, di karenakan belum melunasi pembayaran Ujian Nasional di sekolah tersebut. Saya sakit hati setelah mendengar ucapan anak saya, yang mendapatkan teguran dari pihak sekolah itu langsung dari pimpinan sekolah “kalau belum melunasi pembayaran ujian nasional tidak mendapatkan kartu ujian nasional dan tidak bisa ikut ujian”. Demi masa depan dan kelancaran anak saya bisa ikut ujian nasional saya banting tulang mencari uang yang begitu sulitnya di jaman pemerintahan sekarang ini, uangnya untuk pembayaran ujian nasional anak saya. Terus kemanakah Dana BOS mengalirnya yang selama ini di dapat oleh pihak sekolah SMK PGRI MAJA?? Kalau anak saya wajib membayar untuk kegiatan ujian nasional.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Maja, Kab. Lebak, Banten

SAYA MAU BERTANYA ? Apakah dana BOS tidak cukup untuk membiayai Ujian Nasional Anak saya? Sehingga saya dan para orang tua siswa lainnya pun di undang untuk menghadiri rapat orang tua siswa dan pihak sekolah di gedung SMK PGRI MAJA dan hasil rapat pada waktu itu menghasilkan “para orang tua siswa wajib membayar iuran Ujian Nasional sebesar Rp. 875.000.00,-” sebagian orang tua siswa hanya 76% yang setuju dari hasil rapat tersebut dan 24% lagi tidak setuju termasuk saya, para orang tua dari 24% yang tidak setuju dengan adanya biaya UN sebesar Rp. 875.000.00,- hanya sebagian orang tua murid yang tau bahwa dimana anak saya bersekolah di tingkat SMA/SMK/MA mendapatkan bantuan Dana Operasional Sekolah atau BOS dari pemerintah pusat. Sekian banyaknya ± 600 siswa dari tingkat kelas 1 sampai kelas 3, jumlah siswa sebanyak itu saya pun tahu dari anak saya yang bersekolah di SMK PGRI MAJA yang beralamat di Jl. Permata Kalimaya Desa Curugbadak Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Untuk kegiatan yang sangat penting seperti Ujian Nasional untuk kegiatan tersebut saya orang tua siswa harus menanggung semua beban biaya tersebut yang berkisar per siswa 875.000 ribu rupiah. sedangkan siswa di sekolah SMK PGRI MAJA kurang lebih dari 600 siswa x Rp. ….....….. x per 3 bulan Rp. ……………............................... Hitung saja sama bapak atau ibu yang ada di pusat, berapa anggran yang di dapat oleh SMK PGRI MAJA. Sudah hampir 2 tahun berturut turut saya menyekolahkan anak saya di SMK PGRI MAJA, saya mengeluhkan dengan adanya pungutan pada saat mau melaksanakan Ujian Nasional yang harus membayar anggaran sebesar Rp. 875.000,-. Setahu saya siswa kelas 3 untuk kegiatan Ujian Nasional dibiayai oleh dana BOS. Saya selaku orang tua siswa keberatan membayar anggaran untuk kegiatan Ujian Nasional. Dan hampir saja anak saya tidak bisa mengikuti ujian nasional, di karenakan belum melunasi pembayaran Ujian Nasional di sekolah tersebut. Saya sakit hati setelah mendengar ucapan anak saya, yang mendapatkan teguran dari pihak sekolah itu langsung dari pimpinan sekolah “kalau belum melunasi pembayaran ujian nasional tidak mendapatkan kartu ujian nasional dan tidak bisa ikut ujian”. Demi masa depan dan kelancaran anak saya bisa ikut ujian nasional saya banting tulang mencari uang yang begitu sulitnya di jaman pemerintahan sekarang ini, uangnya untuk pembayaran ujian nasional anak saya. Terus kemanakah Dana BOS mengalirnya yang selama ini di dapat oleh pihak sekolah SMK PGRI MAJA?? Kalau anak saya wajib membayar untuk kegiatan ujian nasional.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD , Kota Bandung, Jawa Barat

Liat laporan penyaluran, jabar sudah. tp kok sampai sekarang belum ada realisasinya ke sekolah. kami sudah 2 bulan belum diberi honor. karena kami sekolah kecil, semua kebutihan dari bos. karena itu kami berharp sekali BOS cair sesuai waktunya. tahun kemarin tidak lebih dari bulan april. kenapa sekarang sudah minggu ke dua bulan mei masih belum ada pencetahannya. tolong diperhatikan

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Terimakasih atas keluhannya, namun kemungkinan masih dalam proses.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP NEGERI 2 MAMUJU, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat

Dengan Hormat Kami Menanyakan jumlah dana bos triwulan 2 Tahun 2015. sejumlah Rp.241.250.000 dengan perhitungan 965 siswa, seharusnya Rp. 271.250.000 dengan perhitungan 1085 siswa. seperti pada triwulan pertama. Mohon Penjelasan. Terima Kasih.

Di Posting Senin, 11 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
sdn 3 kotamobagu, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara

sampai dengan hari ini senin 11 mei 2015 dana bos triwulan II belum masuk di rekening sekolah...sementara sesuai dengan juknis bos 2015 bahwa pendistribusian dana triwulan II paling lambat minggu ke-2 bulan april udah masuk ke sekolah...masalahnya apa??? sementara sekolah-sekolah sangat membutuhkan terkait dengan pelaksanaan ujian..trims

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Baik bu, saat ini Prov. Sulawesi Utara sudah mencairkan Dana BOS. Mohon untuk dicek di rekening sekolah ibu.

Di Posting Minggu, 10 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
sdn sangiang jaya tangerang, Kota Tangerang, Banten

Permisi...salam bpk/ibu yth Sy selaku orang tua murid sdn sangiang jaya tangerang ingin melaporkan kenakalan oknum guru dan jg kepala sekolah tsbt. sy mewakili dr sekian banyak wali murid sdn sangiang jaya yg taraf kehidupan dibawah sederhana krn itu kami memilih sekolah gratis.namun kenyataannya beda.anak kami sekolah disana dengan pengeluaran yg cukup fantastis dgn 1001 alasan bayar ini bayar itu...seperti: 1. Bayar uang les rp.5.000/jam.dlm 1minggu les 3x.jd dlm sebulan uang les sebesar rp.70.000. Sedangkan pd saat les sang guru tdk pernah membimbing murid2nya. 2. Bayar adywiyata sebesar rp.1.000/hari.jd dlm sebulan rp.25.000.selama waktu yg tdk ditentukan.dgn alasan sekolah ada hutang bayar dgn adywiyata.yg kami tau sekolah manapun tdk ada yg bayar untuk adiwiyata.(sy sdh cek kesekolah lain) 3. Bayar rp.15.000/anak. Untuk beli pot tanaman adiwiyata 4. Bayar rp.20.000/bulan rutin 5. Bayar rp.140.000 s/d rp.180.000 untuk beli data fokus yg dibebankan ke murid Semua itu harus dibayar. Pertanyaan sy knp pihak sekolah tega2nya memeras murid abis2an seperti itu? Sedangkan sang kepala sekolah menggunakan perhiasan emas yg bnyk ditubuhnya yg semua itu tdk mungkin untuk seorang kepsek.begitu pula dgn guru2nya emas berentet ada jg yg menggunakan mobil. Sy minta tolong untuk pihak kemendikbud dan diknas setempat dan jg walikota atau gubernur untuk menyelidiki lbh lanjut dan menindak oknum2 nakal tsbt.krn kami sbagai orangtua murid merasa dicekik dgn sekolah yg katanya gratis namun sebaliknya.biayanya setinggi langit bahkan lbh mahal dr sekolah swasta.sy tunggu tindak lanjutnya. Terima kasih kpd semua pihak terkait.

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Jika saudara melihat adanya indikasi penyimpangan dana silakan lapor ke Itjen Daerah/Kepolisian sebagai instansi pengawas setempat.

Di Posting Minggu, 10 Mei 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD NEGERI WAIHOLO, Kab. Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

Dana BOS yang cair untuk Triiwulan I dan II TA. 2015 Hanya Rp.23juta, sedangkan jumlah siswa sebanyak 427 orang,... mohon di verifikasi terimakasih salam hormat kami

Tim BOS Menjawab:
Kamis, 21 Mei 2015

Silakan sekolah saudar mengupdate data Dapodik, dan pastikan data yang tercantum pada Dapodik sesuai dengan keadaan sekolah yang sebenarnya. Terimakasih.

 

 

 

Resource links