Pengaduan Online

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Negeri Batan Indah, Kota Tangerang Selatan, Banten

Pada saat upacara bendera pada hari Senin tanggal 10 Agustus 2015, murid yang terlambat diminta naik ke panggung sebagai bentuk hukuman. Seorang guru dengan pengeras suara menyampaikan kata-kata yang tidak mendidik dan cenderung dan dapat tergolong melecehkan dengan kata-kata antara lain sebagai berikut: "... anak-anak kelas 2C ini juga, cewe-cewenya jelek-jelek, mentang-mentang anak orang kaya... " Guru laki-laki yang menyampaikan hal tersebut sepertinya guru olah raga bernama Ahmad (perlu di-cross cek). Hal ini didengar oleh semua orang termasuk orang tua murid yang berada diluar pagar. Sungguh menyedihkan kata-kata yang demikian diucapkan oleh seorang guru. Bukan demikian cara untuk mendidik atau mendisiplinkan anak. Mohon pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti kepada kepala sekolah maupun guru yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih lanjut terhadap pada anak didik di SDN Batan Indah. Salam, Rossupanji Pribadi

Di Posting Senin, 10 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri 2 Jetis, Kab. Mojokerto, Jawa Timur

- Adanya kelas bilingual yang ternyata proses pemilihan siswa berjalan tidak fair, banyak siswa yang seharusnya bisa masuk kelas tersebut tapi dinyatakan tidak masuk dan sebaliknya banyak siswa yang seharusnya tidak masuk tapi dinyatakan masuk. - Proses seleksi sangat tertutup dan tidak transparan. - Proses finalisasi dengan cara bergerilya dengan cara memanggil siswa tertentu (yg dianggap orang tuanya mampu). - Masih adakah "kelas khusus" dalam institusi pendidikan ?

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
sdn jajar tunggal , Kota Surabaya, Jawa Timur

saya ortu salah satu murid di sdn jajar tunggal dimana sekolah tersebut sepertinya kurang di perhatikan masalah bangunan yg banyak yg rusak dan di tambah lagi masalah pengiriman buku kurikulum yg informasinya sudah 2 thn ini selalu tidak ada pengiriman jadi ortu murid di minta unt mencari sendiri terutama buku tematik yg seharusnya sudah di pelajari oleh siswa sd di bulan agustus 2015 ini, akan tetapi sampai pertengahan bulan ini belum ada tanda tanda akan adanya pengiriman dan info dari guru setempat memberikan info kepada ortu siswa unt mencari n beli buku sendiri, apakah betul sdn jajar tunggal tidak di.perhatikan mohon penjelasannya terima kasih

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Tempursari 2, Kab. Malang, Jawa Timur

Dengan hormat, Bersama ini kami sbg orang tua murid ingin menanyakan beberapa hal mengenai iuran/pungutan pd murid senilai rp 350.000 per siswa. Iuran ini diajukan pd Oktober 2014 yll, pd pertemuan orang tua murid, dewan Sekolah dan Ketua Comitee. Iuran dimaksudkan untuk pembelian Meja Lab dan LCD yg menurut kami adalah Asset dan bukan Consumable yg tidak ada kaitan dengan siswa secara specific. Sampai saat ini kami belum melakukan pelunasan atas permintaan pungutan itu. Sementara kami mendengar dr siswa bahwa meja Lab diatas sdh bisa dibeli. Namun sampai saat ini sekolah masih mengingatkan siswa untuk melunasi pembayaran rp. 350.000,- Pertanyaan kami adalah sbb: 1. Apakah pungutan seperti ini dibenarkan pd siswa sd negeri? 2. Jika asset termaksud sdh dibeli mengapa sampai saat ini msh dilakukan penagihan? 3. Bukankah ada program BOS, DAK atau dana APBD yg bisa digunakan untuk pembelian asset. 4. Sbg info, kebanyakan siswa adalah dari kalangan menengah kebawah, a.l putra putri para petani, buruh tani, TKW bahkan kuli bangunan 5. Bagaimana akuntabilitas daripada pungutan semacam ini? Mengapa p[enggunaan dana BOS tidak pernah diumumkan secara terbuka seperti diamanatkan oleh undang2 Demikian pertanyaan kami. Mohon penjelasan. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya Salam hormat, Kuntadi Joseph Sudiro

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 06 Palembang , Kota Palembang, Sumatera Selatan

Apakah dibenarkan sekolah membuat peraturan bahwa pelaksanaan piket pembersihan kelas bagi murid murid kelas 1 SD dilakukan setiap minggu oleh orangtua murid? Apakah sekolah tidak menyediakan petugas kebersihan yang di danai dengan BOS?? Menurut saya Kepsek sangat egois dan arogan dengan membuat aturan seperti itu padahal kami dari orangtua murid sudah membuat solusi dengan membuat kesepakatan diantara orangtua murid membuat iuran dari inisiatif para orangtua murid untuk mempekerjakan petugas kebersihan guna membersihkan ruangan kelas tp ditolak oleh kepsek. Mohon tindak lanjut dari kemdikbud atas permasalahan ini.

Di Posting Minggu, 9 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Negeri Klurak, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

mohon maaf sebelumny saya mau mengadukan bahwa di sekolah ini selalu meminta biaya dengan mendadak dan selalu harus ada uang saat itu juga,contohny hri ini pemberitahuan membayar buku seharga 300 rb,besok harus membayar,jika tidak maka tidak akan mendapat buku,dan pembayaranny tidak boleh sedikit2/mencicil karna ada uang ada barang begitu bilang bu guruny,dan apa bila kami tidak membeli buku maka malah anak kami seakan di ceng atau di bedakan oleh guru tersebut,mohon bantuany karna bagaimana jika kami orang tua benar2 tidak mampu membayar dengan langsung pasti kemampuan kita membayar dwngan sedikit2, maka ank kami benar2 tidak mendapat buku dan apakah dengan alasan ini ank2 tidak sekolah karna tak ada buku,

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 8 September 2015

Buku dan seragam adalah kategori biaya personal yang harus dibayar oleh wali murid. tentang tehnik pembayarannya dapat dilakukan secara kontan atau diansur, sebab kenyataannya ada juga siswa yang sudah naik kelas atau lulus tapi tanggungannya belum terbayar dan akhirnya membebani lembaga. kalau memang wali murid merasa tidak mampu dipersilakan membuat pernyataan dan di buktikan dengan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dikeluarkan oleh otoritas Desa sehingga nantnya dapat diusulkan untuk mendapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Terima Kasih.

Di Posting Sabtu, 8 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri 10 Medan, Kota Medan, Sumatera Utara

Anak saya masuk ke SMP Negeri 10 Medan, namun pada waktu pendaftaran ulang siswa diwajikan membeli pakaian putih biru, baju pramuka, baju batik dan baju olahraga dan sepatu seharga Rp 592.000 dari sekolah tersebut. Dan baju putih biru yang diperlukan dipakai sesuai jadwal masuk sekolah belum diserahkan juga dengan alasan belum tersedia. Dan saya terpaksa membeli baju tersebut dari luar untuk dipakai pada waktu masuk sekolah. Dan terpaksa baju tersebut dicuci kering setiap hari karena baju dari sekolah tersebut belum juga ada sampai beberapa waktu. Sekolah tersebut juga meminta uang pembelian buku pelajaran kepada orang tua siswa sebesar Rp 482.000,_ Yang ingin saya tanyakan apakah sekolah tersebut boleh menjual seragam sekolah dan apakah sekolah tersebut boleh menjual buku mengingat sudah ada dana bos. Mohon poencerahannya akan hal tersebut

Tim BOS Menjawab:
Rabu, 18 November 2015

Terima kasih informasinya.. akan diteruskan kepada Tim BOS Kota Medan untuk ditindaklanjuti.

Di Posting Sabtu, 8 Agustus 2015 Oleh SITI KOWIYAH, xxx, xxx
SDN CEMENGKALANG, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

Mengapa Di SDN Kami pada Tri wulan ke III per Tanggal 8 Agustus 2015 belum menerima pencairan dana Biaya operasional Sekolah (BOS).mohon untuk secepatnya di tindak lanjuti.

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 8 September 2015

Dana bos tri bulan III sudah di transfer, mohon di chek kembali. terima kasih

Di Posting Jumat, 7 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
harapan baru III, Kota Bekasi, Jawa Barat

Saya ingin bertanya, apakah kebijakan BOSS Buku masih berlaku ??, tahun ini anak kami diminta untuk membeli sendiri buku paket untuk semua mata pelajaran, selain itu diminta untuk membeli buku tulis untuk kepentingan ulangan siswa. jika memang benar, mohon di jelaskan, jika memang tidak mohon dilakukan perbaikan di sekolah anak kami, Agar kualitas pendidikan di lokasi kami menjadi lebih baik. trimakasih

Di Posting Jumat, 7 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Jl.Tripraja Panunggangan Utara K, Kota Tangerang, Banten

saya mau bertanya. apakah sekolah negri memungut biaya administrasi pengambilan skhun dan ijazah? ini link sekolahnya http://www.smkn5-tng.com/

Di Posting Jumat, 7 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 14 PAGI, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Semua buku paket dan buku lks kelas satu kita diharuskan foto copy,dengan alasan dari pemerintah dapatnya terbatas.terima kasih semoga ditindak lanjuti

Di Posting Jumat, 7 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD N 09 Manggis Ganting, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

saya lupa dengan kode regristasi BOS online SD N 09 Manggis Ganting, bisakah saya memintanya lagi

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 25 Agustus 2015

terima kasih agar kode registrasi disimpan dg baik .agar menghubungi tim manajemen bos kota bukittinggi,untuk log in bisa juga melalui log in dapodik

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 25 Agustus 2015

terima kasih agar kode registrasi disimpan dg baik .agar menghubungi tim manajemen bos kota bukittinggi,untuk log in bisa juga melalui log in dapodik

Di Posting Jumat, 7 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Sugutamu, Kota Depok, Jawa Barat

Tahun ini kenapa buku di jual dengan harga mahal banget pak mohon di konfirmasi kebenarannya ,kenapa anak saya membeli buku dengan harga Rp.400.000 lebih bukan kah buku sudah termasuk masuk dalam program dana Indonesia pintar atau dana BOS , Mohon dikonfirmasi pak tentang kebenarannya

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
sdn ardimulyo 1 singosari malang, Kab. Malang, Jawa Timur

saya mau tanya apakah buku paket tematik itu dapat dari sekolahan atau memang diperjualbelikan oleh pihak sekolahan, karena dibuku itu terdapat tulisan tidak diperjual belikan akan tetapi dari pihak sekolahan mewajibkan siswanya untuk membeli, padahal jelas jelas dari pemerintah sudah ada dana bos,tolong ditindak lanjuti

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri 2 Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman, Sumatera Barat

Yth.Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami orang Tua siswa dari anak yang Sekolah di SMP Negeri 2 Lubuk Sikaping,meminta agar dilakukan penindakan tegas atas Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat Pelmi Erisal,S.Pd karena pemamfaatan dana BOS selama di SMP Negeri 2 Lubuk sikaping tidakdilakukan secara Transparan dan Akuntabel,kami menemukan laporan fiktif penggunaan dana BOS selama Pelmi Erisal menjabat di SMP Negeri 2 Lubuk Sikaping diantaranya,Laporan pembayaran berkenaan dengan Transpor siswa miskin,Pengadaan sarpras PBM dan sarana penunjang lainnya yang tergolong kepada pembelian Barang,Pembiayaan kegiatan kesiswaan dan Biaya perjalanan dinas yang tidak layak.Dana BOS banyak dipakai untuk keperluan pribadi.kedekatan Pelmi Erisal dengan Kasi pembinaan Pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman membuat beliau aman melakukan penggelapan dana BOS untuk kepentingan pribadi yang diperkirakan telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp.400.000.000,- selama beliau menjabat di Sekolah tersebut,Selanjutnya Pelmi Erisal,S.Pd juga melakukan pembohongan data SK Pembagian Tugas dengan membuat dia mengajar sebanyak 6 jam Pelajaran tatap muka di kelas namun pada kenyataannya Pelmi Erisal tidak pernah melaksankan Pembelajaran tatap muka.Terima kasih

 

 

 

Resource links